Gratis ongkir untuk pesanan di atas Rp 250.000, se Indonesia.
Perawatan

Rahasia hijab tidak mudah letoy, dari cara cuci sampai cara simpan

Suhu air, deterjen, cara jemur, cara lipat, dan lima kesalahan yang paling sering bikin hijab cepat rusak.

20 Juni 2026, 7 menit baca

Hijab dicuci dengan tangan di baskom berisi air dingin di dekat jendela.

Hijab jarang rusak karena dipakai. Biasanya rusak karena dicuci dan disimpan dengan cara yang salah. Ini urutan yang benar, dan kenapa tiap langkahnya penting.

Mencuci

  1. Pakai air dingin, maksimal 30 derajatAir panas melemaskan serat dan itulah awal letoy. Kalau ragu, pakai air keran biasa tanpa dicampur air panas sama sekali.
  2. Deterjen cair, bukan bubukButiran deterjen bubuk sering tidak larut sempurna dan meninggalkan bercak putih di kain gelap. Deterjen cair untuk pakaian halus lebih aman.
  3. Jangan direndam lebih dari 15 menitMerendam lama membuat warna luntur, terutama pada warna gelap seperti marun dan biru tinta. Cukup lima sampai sepuluh menit.
  4. Jangan diperas dengan cara dipuntirPuntiran merusak jatuhnya kain secara permanen. Tekan pelan di antara dua telapak tangan, atau gulung dengan handuk lalu tekan.

Menjemur dan menyimpan

  • Jemur di tempat teduh dengan angin, bukan di bawah matahari langsung, karena sinar UV memudarkan warna.
  • Gantung memanjang, jangan dilipat di atas jemuran, supaya tidak ada garis lipat permanen di tengah.
  • Simpan digulung, bukan dilipat, terutama untuk voal dan satin.
  • Kalau dibawa di dalam tas, masukkan ke pouch supaya tidak tergencet botol minum.

Lima kesalahan yang paling sering

  • Mencuci hijab bersama jeans, resletingnya menyangkut dan menarik serat.
  • Memakai pemutih pada hijab putih tulang, warnanya justru berubah kekuningan.
  • Menyetrika satin dengan suhu tinggi tanpa alas kain.
  • Menyemprot parfum langsung ke kain, alkoholnya meninggalkan noda samar.
  • Menyimpan dalam kondisi belum benar benar kering, ini yang bikin bau apek.
Konsultasi Gratis