Gratis ongkir untuk pesanan di atas Rp 250.000, se Indonesia.
Tentang Simpul

Kami mulai karena bosan ditipu foto

Simpul lahir dari keluhan yang sederhana. Warna di foto tidak pernah sama dengan yang datang, dan tidak ada satu pun penjual yang mau menulis ukuran kainnya dengan jelas.

Interior studio tekstil kecil yang tenang, gulungan kain voal dan ceruty netral di meja kayu, tumpukan hijab jadi, sepasang gunting kain, cahaya siang dari jendela besar di kiri, tanpa orang dan tanpa tulisan.
Cerita

Dari satu meja di Bandung

Kami mulai tahun 2023 dengan satu meja potong, dua penjahit, dan tiga warna voal. Idenya bukan bikin merek baru, tapi menjawab satu pertanyaan yang tidak pernah dijawab jujur di marketplace, yaitu kain ini sebenarnya seperti apa kalau dipegang.

Sekarang koleksinya empat belas model, dan cara kerjanya masih sama. Setiap kain kami pegang dulu, cuci dulu, dan pakai dulu sebelum difoto. Kalau ada yang tidak lolos, kami tidak jual, sesederhana itu.

Harga kami taruh di antara marketplace dan label premium, bukan karena ingin terlihat murah, tapi karena target kami memang perempuan yang beli hijab dua kali sebulan, bukan dua kali setahun.

Standar yang kami pegang

Empat hal ini yang menentukan sebuah batch lolos atau tidak. Bukan slogan, ini checklist yang benar benar dipakai di meja produksi.

Ukuran diukur setelah dijahitBukan ukuran kain sebelum dipotong. Toleransi kami 2 cm, dan kalau meleset lebih dari itu produknya tidak kami jual.
Warna diuji tiga kali cuciSebelum satu warna masuk katalog, kami cuci tiga kali dan bandingkan dengan lembar aslinya. Yang belang tidak lolos.
Tepi dijahit, bukan diobrasJahit tepi memakan waktu lebih lama dan biayanya lebih mahal, tapi ini yang membuat kain tidak berumbai setelah beberapa bulan.
Satu batch, satu penjahitSatu batch warna dikerjakan oleh satu orang dari awal sampai akhir, jadi hasil jahitannya konsisten dalam satu pesanan.

Geser untuk melihat semuanya.

Yang tidak kami lakukan

Kami tidak jualan pakai rasa bersalah

Hijab itu pakaian, dan memilih pakaian itu soal selera dan kenyamanan. Kamu tidak akan menemukan kalimat yang menekan atau menghakimi di halaman mana pun di situs ini.

Kami juga tidak memakai kata premium tanpa angka di sebelahnya. Kalau kami bilang sebuah kain lebih baik, akan ada gramasi, ukuran, atau jenis finishing yang bisa kamu bandingkan sendiri.

Editorial lookbook kedua, model memakai segi empat krem susu duduk di kursi kayu polos, cahaya sore lembut dari jendela kiri, dinding plester hangat.
Konsultasi Gratis